Kembali ke persoalan BBM, isu yang beredar belakangan ini bahwa harga BBM akan dinaikkan pada awal april mendatang. Saya memandang hal ini sebagai suatu hal yang perlu ditinjau kembali, kita tidak dapat melihat dari satu sisi permasalahan saja, banyak aspek yang harus kita perhatikan dalam hal ini. bila saya ditanya setuju atau tidak setuju harga BBM naik, saya akan menjawab setuju dengan catatan! berbagai alasan telah saya siapkan, diantaranya ;
- Pengguna kendaraan bermotor kian hari kian meningkat, otomatis tingkat kebutuhan akan bahan bakar ikut bertambah, dengan dinaikkan harga BBM nanti diharapkan penggunaan kendaraan bermotor akan sedikit berkurang karena mereka harus berpikir beberapa kali untuk menggunkannya, mereka akan lebih berhemat dan itu akan membantu mengatasi salah satu masalah paling bermasalah di kota besar seperti Jakarta ini yaitu kemacetan.
- Pemerintah memberikan subsidi dari dana APBN yang diperuntukkan bagi kalangan menengah kebawah, sedangkan kenyataan yang ada di lapangan subsidi yang diberikan Pemerintah turut dinikmati oleh kalangan atas. hal itu dikarenakan kita tidak dapat membedakan mana kelas atas dan mana kelas bawah karena semuanya berbaris pada jalur yang sama. Seharusnya Pemerintah membuat Kep.Pres, misalnya saja kendaraan sekelas Mercedes Benz, BMW harus menggunakan BBM non subsidi sedangkan yang lain menggunakan subsidi.
- Pemerintah harus memikirkan bagaimana caranya agar kenaikan BBM tidak mempengaruhi harga pasar, karena ini sebenarnya yang menjadi masalah ketika BBM naik secara otomatis tarif angkutan umum akan naik pula, harga bahan-bahan pokok terutama pun akan naik.
"Takkan mungkin dapat naik, tanpa anak tangga dibawahnya"
